[Klarifikasi] Dua Pendeta Perkosa Pembantunya Di Jakarta Selatan!
Dalam penelusuran kami foto tersebut tidak ada korelasi dengan peristiwa dimaksud. Dalam kasus ini, kami nyatakan sebagai Mix antara Hoax dan Fakta, juga ada indikasi Disinformasi (merilis atau menyebarkan infomasi palsu yang disengaja).
Artikel Disinformasi :
https://web.archive.org/web/20160219051714/http://religimistik.blogspot.co.id/2016/02/dua-pendeta-perkosa-pembantu-di-jakarta.html
Fakta sebenarnya
Sesuai konten artikel dalam blog, kami mendapati kesamaan tulisan dengan berita yang dirilis oleh Media Online 'Republika' tertanggal 19 April 2013, dengan judul 'Dua Pendeta Perkosa Pembantu di Jaksel'. Meskipun Kombes Pol Rikwanto (Kabid Humas Polda Metro Jaya) sudah melakukan konfirmasi kasus pemerkosaan tersebut, namun kami belum mendapat kejelasan bagaimana proses akhir dari kasus ini.
Artikel Original :
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/04/19/mlhxgf-dua-pendeta-perkosa-pembantu-di-jaksel
Foto Dua Pendeta :
Sementara itu Pendeta 'Daniel Taruliasi Harahap' telah mengklarifikasi bahwa foto 'Dua Pendeta' yang tercantum dalam blog adalah dirinya, sekaligus membantah bahwa yang disebut dalam pemberitaan (tindakan pencabulan) itu bukan dirinya dan fotonya tidak ada kaitannya dengan pemberitaan itu, menurutnya ini adalah sebuah disinformasi / fitnah. Berikut kami kutip keterangan dari Akun Facebook Resmi milik beliau :
"Kawan-kawan yang baik. Adakah yang dapat membantu saya membuka akses ke Kemenkominfo? Sebenarnya saya sedang retret berpantang medsos selama masa pra paskah ini. Namun sejak sore tadi saya menerima bertubi-tubi telpon dan sms serta WA melaporkan telah melihat foto saya dan sahabat saya Pdt Singhan Pardede di sebuah media online abal-abal dikaitkan dengan berita pemerkosaan di Jakarta Selatan. Entah apa motifnya. Foto itu sendiri berasal dari lebih dari lima tahun lalu saat gereja Serpong belum dibangun. Sebenarnya saya yakin tidak ada satu pun anggota jemaat, kerabat atau tetangga yg mengenal saya dan Pdt Singhan percaya kepada berita tersebut. Saya dan Singhan adalah pendeta yang menjunjung tohonan atau jabatan panggilan Ilahi, karakter kristiani, moral dan hukum. Namun agar tak ada masalah yang tidak perlu di kemudian hari saya perlu menyanggahnya dan meminta Kemenkominfo untuk bertindak menertibkannya dan jika gagal kami harus melapor ke Mabes Polri."
"Berita ini memang dikloning dari Republika tahun 2013. Disana tak ada fotonya. Saya tidak tahu apa maksud sipembuat mencantumkan foto saya dengan pdt singhan. Dan saya juga tidak tahu darimana dia mengambil foto yang seingat saya saat habis natal lima tahun silam."
"Teman-teman terimakasih atas simpatinya dan berbagai tawaran bantuan. Biarlah saya berdoa dulu sebelum mengambil langkah membawa hal ini ke Mabes Polri atau cukup kepada Tuhan yang saya imani saja. Sekali lagi terimakasih atas dukungan moralnya."
Link klarifikasi :
https://www.facebook.com/rumametmet/posts/10153523293308722
Catatan Admin :
Kejadian seperti ini bukan untuk yang pertama-kali. Kami sudah terlalu sering mendapati sebuah situs web atau blog mencantut nama dari Public Figure hingga mengunggah fotografi yang sama-sekali tidak ada korelasinya dengan artikel. Harapan kami, pengguna internet harus semakin bijak dalam memilah dan memilih berita.
Jika ada informasi bombastis, apa pun bentuknya, segera kroscek lebih lanjut dan jangan terburu-buru memberitakannya kembali kepada orang lain. Tujuan pembuat situs web itu beragam, salah satunya adalah mendapat traffic user agar iklan di dalam situsnya terus diklik atau dikunjungi, ini adalah pola viral marketing.
CMIIW and Typo.
Sikapi dengan bijak, semoga bermanfaat.
Salam Internet Sehat!
#StopHoax #AntiPropaganda #Pendeta #Perkosaan +Indonesian Hoaxes

Post a Comment