Seorang Pria Ditemukan Google Earth Setelah Terjebak Disebuah Pulau Selama 9 Tahun!


Klaim :
Adam Jones terdampar di sebuah pulau sepi selama 9 tahun setelah dia beserta kedua temannya berencana melakukan pelayaran dari Liverpool ke Hawaii pada 2006 silam. Setelah melewati waktu 9 tahun, Jones akhirnya ditemukan berkat tanda SOS yang dibuat Jones yang terlihat oleh google earth.

Hoax atau fakta : HOAX

Analisis :
Cerita tentang seorang pria yang ditemukan google earth setelah terjebak disebuah pulau selama 9 tahun adalah hoax lama versi baru. Cerita itu berasal dari situs news-hound(dot)org - Situs telah nonaktif. Pada bulan Maret 2014, situs Newshound menerbitkan cerita dengan judul 'Google Earth Menemukan Wanita Terjebak Di Pulau terpencil selama 7 Tahun'. Wanita itu bernama Gemma Sheridan, dia terjebak selama 7 tahun disebuah pulau setelah dia dan kedua temannya berlayar menuju Hawaii pada tahun 2007. Dalam perjalanan dekat Terusan Panama, perahunya dihantam badai dan akhirnya Gemma terdampar disebuah pulau terpencil dan terjebak di pulau itu selama 7 tahun sebelum akhirnya ditemukan oleh google earth. Cerita itu tidak nyata karena situs newshound adalah situs satir yang banyak menerbitkan cerita palsu.

Pada tanggal 3 Agustus 2015, situs link beef menerbitkan cerita yang sama. Cerita itu beberapa detailnya sedikit dimodifikasi seperti mengubah nama dan jenis kelamin dari Gemma Sheridan (wanita) menjadi Adam Jones (Pria), dan lamanya terdampar dari 7 tahun menjadi 9 tahun.

Cerita tentang seorang wanita ataupun pria yang ditemukan google earth setelah terjebak disebuah pulau selama 7 tahun ataupun 9 tahun, bukan kisah nyata hanya cerita palsu. Situs web dreamers dan fakta mengangkat cerita itu mengutip sumber dari situs web republika. Walaupun artikel berita dari republika telah dihapus, sangat disayangkan cerita itu sudah terlanjur dishare oleh beberapa situs web yang kemungkinan besar banyak netizen mempercayai cerita itu adalah nyata.

Sikapi dengan bijak, semoga bermanfaat. Salam internet sehat!
#GoogleEarth
#StopHoax
#Indonesian hoaxes

Post a Comment

Cancel Reply